Ugly Truth Part 1

Kita adalah orang asing yang tidak saling mengenal pada awalnya..

Ini karena sebenarnya kita tidak ada niat untuk memulai suatu hubungan pertemanan.

Kita sama-sama dalam tempat yang tidak kita inginkan.

Aku terjebak di sini karena aku terlalu naïf. Aku bohong bila akan menyenangkan bagiku untuk mengenal orang yang baru dalam hidupku. Sekarang aku menyesalinya. Yah, aku masih hidup dalam jalan yang positif dan penuh optimistik saat itu..

Aku terjebak, kau juga merasakan hal yang sama. Kau terjebak dalam kumpulan orang aneh. Biar kutebak, itu pasti karena egomu. Kau selalu membenarkan dirimu walaupun kau tahu kau salah. Kau suka mengucapkan kata yang pendek, singkat, dan jelas juga tidak membiarkan orang lain sempat membantahnya. Itulah kau yang aku tahu. Sayangnya kau terjebak, sayang. Dari mataku aku melihatmu hidup dalam jalan yang membuatmu tak nyaman..

Kita kaku. Tapi betapa beruntungnya dirimu, kau punya teman yang tidak membiarkan dirimu kesepian. Mereka selalu ada untukmu dan tertawa untukmu. Aku masih dalam kesunyian hidupku. Tak banyak suara yang dapat aku tangkap. Dua teman dan mereka yang terbaik. Setidaknya mereka tidak terlalu sering meninggalkanku. Tapi mereka tidak menjamin itu.  Aku kadang sendiri bersama mesin sahabatku.

Semua berjalan normal dan kita belum saling bertegur sapa. Temanmu bukan temanku, temanku bukan temanmu.

Aku masih kaku. Aku sadar beberapa kali temanmu mencoba mendekatkan diri mereka. Aku tahu tidak baik juga tetap diam. Itu membuatku terlihat terlalu angkuh. Tapi itu masih tidak cukup.

Akhir tahun, awal tahun..

Aku kesal karena semua seakan menyalahkanku. Apa salahnya aku diam. Aku diam karena aku tidak ingin menambah daftar panjang masalahku. Sudah cukup urusan remaja dan aku sudah melewatinya. Pikirku..

Namun aku lihat ada celah. Aku sudah cukup tahu siapa saja yang memanfaatkanku dan yang membicarakanku di belakangku. Lama-lama aku tidak tahan. Aku licik dan aku akui itu. Aku mulai bersandiwara dan memonopoli hidupku.

Kau tahu, jika berteman mereka harus mengenal kita bukan saat baik saja namun juga saat buruk kita. Dan aku sudah menunjukkannya. Pada temanku sendiri tentunya.

Nah, mulai saat inilah aku mulai menebalkan muka dan mencoba akrab pada semua. Aku mendekati kuncinya. Kunci yang mungkin dapat menghubungkan duniamu dengan duniaku. Aku mendapatkannya. Jalan menuju padamu pasti akan mudah setelah ini.

Karena aku biasa bicara dengan semua orang dengan tatapan, nada, dan senyum yang sama, aku juga melakukan itu denganmu. Satu dua kalimat pendek sukses keluar dari bibirmu.

Karena keajaiban atau apa beberapa kebetulan membawaku semakin mengenalmu. Temanmu jatuh dalam monopoliku. Kami dengan mudah berkomunikasi, kaupun kadang  tak terkecuali dalam percakapan kecil ini. Aku kemudian tahu kalau kau diam-diam mendengarku.

Kita pada dasarnya memiliki kesamaan. Aku tidak segila itu dan kau tidak senormal itu. Kita menyukai dan melakukan hal-hal yang sama. Dalam bahasa diam kita, kita mengenal satu sama lain.

Sangat disayangkan. Kau sudah memiliki kekasih. Dia sempurna dan sudah melekat dalam hidupmu. Kalian saling berkorban. Kalian begitu dekat dan tanpa sekat. Putus hubungan dan tidak mau makan selama seminggu. Yang benar saja. Wanita itu sudah gila. Kau juga. Buktinya kau mau kembali padanya.

Dia tidak lengkap tanpamu. Dan kau tidak lengkap tanpanya. Faktanya kalian sangatlah serasi.

Di luar itu, pengagummu tidak sedikit jumlahnya. Dan jika dibanding mereka, aku bukanlah apa-apa. Harapanku menipis di sini.

Kita jauh? Kurasa juga tidak. Aku bingung, kenapa kau diam-diam penasaran pada hidupku. Tapi benarkah kau penasaran? Seberapa besar? Apakah lebih besar dari rasa penasaranku pada dirimu? Tapi kenapa kau penasaran?

Inilah perjalanan kita selama setahun ini. Saat kita bertemu lagi berarti itu tiga bulan hitung mundur sampai aku tak melihatmu, selamanya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s