[FF] Raining Spell for Love Part 1/?

Suho datang setelah The Lost Planet in Jakarta berakhir, wajah pucatnya tidak bisa menyembunyikan kelelahan yang dirasakannya. Aku merasa iba dengannya. Rambut putih keemasannya sangat mencolok dengan rambut hitam ayahku yang menyambutnya di ruang tamu. Oh ya, aku bersembunyi di balik tirai, aku masih merasa ini tidak nyata. Panjang sekali ceritanya, mungkin aku akan memberitahumu detailnya kapan-kapan. Tapi aku memang telah mendengarnya. Suho datang ke rumahku hanya untuk mengambil barang pesanannya. Barang yang seorang asing titipkan padaku saat aku ke Bali tempo hari.

Sejauh ini Suho sendiri yang datang kemari, oh tidak. Jangan katakan padaku jika Chanyeol tidak akan datang.

Benarkah?

Tapi aku mengharapkannya.

Bagaimana bisa dia.. dia tidak datang.

Perlahan aku menyusuri ubin demi ubin mendekat kearah ayahku. Suho pasti tengah menatapku aneh sekarang ini. Persetan, yang aku butuhkan adalah penjelasan dari ayah.

“ Suho ssi, ini Shandy yang kau maksud. Putriku memang cantik, bukan?” puji ayahku saat aku duduk tepat di sampingnya.

Tentu saja aku cantik, ayah. Aku hanya tinggal bersama ayah dan dua orang adik laki-laki yang menggemaskan. Mana ada yang lebih cantik dariku. Kalau Luhan datang, maka aku akan terima kalau dia lebih cantik dariku.

“ Ayah..” panggilku lirih.

Semoga kekuatan angin dapat menyampaikannya pada ayahku.

Dia masih berbincang dengan Suho, tidak!

“ Ayah..” panggilku lirih sekali lagi.

Ayah menoleh. Aku hampir tidak bisa menahan gejolak dalam hatiku. Dan bibirku adalah yang paling cepat mengkhianatiku.

“ Chanyeol..” kataku, masih dengan lirih.

“ Chanyeol..” rintihku kembali.

Ayahku menatapku iba. Pandangannya beralih padaku kemudian pada Suho.

Suho membenarkan sikap duduknya, mengancingkan sweeternya sebagai tambahan. Lalu ia mendeham ambigu.

“ Aku paham apa yang anda makssud Shandy ssi, Chanyeol tidak bisa datang. Hanya aku dan..”

Ttokk ttokk..

Pintu itu terketuk. Tapi itu bukan Chanyeol.

“ Apa kabar?” kalimat itu langsung meluncur sesaat setelah ia menyembulkan kepalanya dari celah pintu itu. Bibirnya tersungging, membentuk hati.

Itu Kyungsoo aka D.O. Aku hapal betul mata dan senyumnya.

“ Nah, hanya aku dan D.O.”

Tidak! Jangan Kyungsoo! Aku hanya butuh Chanyeol.

“ Chanyeol..”

Tanpa aku sadari air mata telah menganak sungai kemana-mana. Aku menangis dengan menyedihkan. Jujur aku tidak mengerti semua ini. Aku tadinya hanya berharap itu Chanyeol. Kini harapanku pupuslah sudah.

Di tengah-tengah kecanggungan seperti ini Ayah malah pamit untuk mengambil barang-barang titipan itu dengan tujuan agar cepat mengirim dua orang Korea itu pergi sebelum aku mengamuk.

“ Hey, aku dengar kita seumuran. Boleh aku menurunkan formalitas? Kau bisa memanggilku Kyungsoo atau D.O saja..”

D.O nampaknya ingin berkenalan denganku. Terlihat dari caranya yang membuka percakapan lebih dulu padaku. Aku mengacuhkannya. Ganti menatapnya dingin. Dia pikir siapa dia?! Dia bukan Park Chanyeol.

Nyaris saja aku hendak membalik meja ruang tamu saking kesalnya, ayah telah kembali dengan setumpuk barang yang telah kami kemas ke dalam box-box yang telah disortir dan ditandai sesuai pesanannya. Salah satu yang aku suka adalah box yang berukuran sedang dengan tulisan ‘untuk Park Chanyeol’ yang dibungkus paling rapi dari yang lainnya. Jelas, karena aku sendiri yang mengemasnya.

Aku menatap huruf hangul yang kutulis halus di sana. Aku merindukan namanya.

“Chanyeol..”

Aku terus merengek, meraung, menangisi Chanyeol.

Suho dan D.O menelan ludah merasakan kecanggungan dari suasana yang aku ciptakan kembali.

“ Jangan menangis, ayo kita pergi ke pusat perbelanjaan di kota. Kita beli DVD apapun yang kau mau. Kau bisa membeli apapun tentang Chanyeol nanti. Tapi sekarang jangan menangis,” hiburnya.

Aku suka ini, walaupun aku tidak pernah dapat bertemu Chanyeol. Aku akan bahagia dapat melihatnya dalam video yang kadang kepalanya hanya terlihat seukuran biji kacang.

Tanpa sadar aku mengangguk patuh seperti anak anjing. Melihat ini Suho dan D.O tersenyum lega.

oOo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s